Dulu ketika masih kecil, aku suka berkhayal tinggal di rumah yang letaknya di sebuah gang. Dengan posisi rumah berdempet-dempet, tanpa pagar. Dan tentu saja dengan segala keributan yang menghiasinya, lagu-lagu atau drama radio yang berasal dari radio transistor, suara teriakan emak-emak, suara tangis anak-anak, suara bapak-bapak yang marah-marah pada anak atau isterinya, suara kucing bertengkar, dan suara-suara lainnya. Dalam alam pikiran masa kanak-kanakku, membayangkan semua keriuhan itu sangat menyenangkan -terasa hidup. Tapi yang lebih membuat aku sangat ingin tinggal di dalam gang, karena kupikir anak-anak bisa bermain sepanjang hari dan tidak takut pulang kemalaman atau hilang diculik orang.
![]() |
| Jalan Sei Deli dengan latar belakang rel kereta api. Jarak rel kereta api ke rumahku sekitar 300 meter. Foto : hariansumutpos.com |
Khayalanku itu bermula karena aku dan tiga saudaraku, tinggal di sebuah rumah kecil di tanah yang sangat luas. Luas tanah yang kami tempati itu berkisar 4.000m2. Sementara luas rumah yang kami tempati sekitar 60m2. Kebayangkan seperti apa jadinya.
